Jumat, 22 Juni 2012

Kegelisahan Dalam Diri Manusia

Tema : Manusia dan Kegelisahan

Kegelisahan Hidup



Kegelisahan merupakan salah satu ekspresi dari kecemasan. Karena itu dalam kehidupan sehari – hari, kegelisahan juga diartikan sebagai kecemasan, kekhawatiran ataupun ketakutan. Masalah kecemasan atau kegelisahan berkaitan juga dengan masalah frustasi, yang secara definisi dapat disebutkan, bahwa seseorang mengalami frustasi karena apa yang diinginkan tidak tercapai.

Disini, saya mengambil contoh dari pengalaman pribadi saya dimana saat saya terlambat untuk datang ke suatu tempat dengan waktu yang telah ditentukan dan rasa gelisah itu timbul. Dan itu terjadi secara alamiah karena setiap manusia pasti pernah merasakannya. Saya merasa gelisah karena kesalahan saya sendiri, jadi kegelisahan dapat kita atasi jika kita dapat mengontrol situasi dan keadaan.

Penyebab rasa cemas dapat dikelompokkan pula menjadi tiga faktor, yaitu :
a. Faktor biologis/fisiologis, berupa ancaman akan kekurangan makanan, minuman, perlindungan dan keamanan.
b. Faktor psikososial, yaitu ancaman terhadap konsep diri, kehilangan orang/benda yang dicintai, perubahan status sosial/ekonomi.
c. Faktor perkembangan, yaitu ancaman pada perkembangan masa bayi, anak, remaja.


Cara-cara Mengatasi Kegelisahan
Mengatasi kegelisahan pertama – tama harus mulai dari diri kita sendiri, yaitu kita harus bersikap tenang saat menghadapi kegelisahan itu sendiri. Karena dengan sikap tenang kita dapat berpikir jernih dan positif, sehingga kecemasan dan kesulitan itu dapat kita atasi.
Dan cara mengatasi kegelisahan yang paling ampuh adalah dengan mempertebal iman dan memperkuat keyakinan, yakin bahwa kita pasti bisa melewati kesulitan itu.
Selain itu, kita harus dapat mengontrol emosi, rasa panik, dan rasa khawatir bila menghadapi kesulitan. 


Kesimpulan dari artikel yang saya buat yaitu rasa gelisah/cemas merupakan sifat alami manusia, tetapi kembali lagi ke individu masing-masing, bagaimana ia bisa mengendalikan rasa gelisah itu. 


Referensi :
http://www.nanampek.nagari.or.id/a19.html 










1 komentar: