Kamis, 24 Mei 2012



Tema  :  Manusia dan Tanggung Jawab




Besarnya Tanggungjawab Orangtua
kepada Anak





Keluarga merupakan kelompok masyarakat terkecil yang terbentuk oleh suami dan istri serta anak-anak yang mereka lahirkan. Allah SWT dan alam mempercayakan pertumbuhan serta perkembangan anak pada mereka.

Orang tua merupakan pendidik utama dan pertama bagi anak-anak mereka, karena dari merekalah anak mula-mula menerima pendidikan. Orang tua dikatakan pendidik pertama karena dari merekalah anak mendapatkan pendidikan untuk pertama kalinya dan dikatakan pendidik utama karena pendidikan dari orang tua menjadi dasar bagi perkembangan dan kehidupan anak dikemudian hari.


Sebelum membahas mengenai tanggungjwab ayah dan ibu kepada anaknya, saya ingin menceritakan tentang realita di masyarakat. Saya memiliki tetangga dimana Ayah mereka seorang supir taxi. Beliau sangat membanting tulang untuk menghidupi 1 orang istri dan 6 orang anaknya. Beliau tidak mungkin dapat menyekolahkan 6 anaknya hingga SMA/Kuliah dengan hanya mengandalkan gaji dari menyupir taxi, kemudian suatu hari ia mengabaikan rasa malunya dan mulai merawat sawah milik orang lain. Ia menanam buah-buahan, sayur-sayuran dan lain-lain untuk dijual. Walaupun sangat lelah dan usianya sudah tidak muda lagi, beliau setiap seminggu 5 kali pergi ke sawah untuk mendapat upah tambahan untuk menghidupi anak-anak dan istrinya. Betapa tersentuhnya hati saya melihat kerja keras seorang Ayah untuk keluarga tercintanya, kita patut contoh.


Tanggung jawab yang perlu didasarkan dan dibina orang tua kepada anak adalah sebagai berikut :
·               Memelihara dan membesarkannya
·               Melindungi dan menjamin kesehatannya, baik secara         jasmaniah maupun rohaniah
·               Mendidiknya dengan berbagai ilmu pengetahuan dan        keterampilan yang berguna bagi hidupnya
·               Membahagiakan anak untuk dunia dan akhirat dengan        memberikan pendidikan agama sejak dini


Kewajiban orang tua terhadap anak-anaknya itu, terangkum dalam tiga tugas pokok orang tua yaitu :

PERTAMA, kewajiban memimpin
Bercermin pada Rasul SAW, agar bisa menjadi pemimpin keluarga yang berhasil, orang tua harus mampu menjadi teladan. Keteladanan orang tua memiliki pengaruh sangat besar bagi perkembangan kepribadian anak-anaknya. 
Di samping keteladanan, seorang pemimpin yang baik harus memiliki kesabaran. Sabar, bukan berarti, sebagai pemimpin, orang tua diam saja melihat penyimpangan-penyimpangan yang dilakukan anak-anaknya. Tetapi, sabar berarti, memilih sikap yang paling bijak dan metode yang paling tepat dalam melakukan perbaikan.


KEDUA, kewajiban memberi nafkah yang halal
 Islam, dengan sangat terang menegaskan, bahwa kewajiban setiap ayah untuk memberikan nafkah kepada istri dan anak-anaknya. Kewajiban ini selamanya akan tetap terpikul di pundak para ayah. Orang tua dituntut berhati-hati dalam memilihkan nafkah untuk keluarganya. Untuk menilai kehalalan atau keharaman nafkah, dapat dilihat dari tiga sisi yaitu dari wujudnya, sumber/cara memperolehnya dan nafkah tidak bercampur dari harta orang lain.

KETIGA, kewajiban mendidik
Cara mendidik yang paling sederhana namun efektif adalah teladan hidup dari orang tua kepada anak-anaknya, karena anak-anak akan melihat dan mencontoh apa yang dilakukan oleh orang tua mereka.

Kesimpulan dari artikel yang saya buat yaitu orang tua memiliki tanggung jawab yang sangat besar kepada anak-anak yang dilahirkannya, memiliki kewajiban secara rohani, jasmani, moril dan materil. Maka dari itu kita sebagai anak, harus menuruti apa kata orang tua karena ridho orangtua merupakan ridho Allah SWT.


                       



Families are the compass that guide us. They are the inspiration
to reach great heights, and our comfort when we 
occasionally falter. 

Brad Henry





Referensi :











Kamis, 10 Mei 2012

Dukun ?? atau Dokter ??


Tema : Manusia dan Pandangan Hidup
 

Ketika Masyarakat Lebih Percaya Dukun
daripada Dokter




              
                                             
    Di zaman canggih dan modern seperti sekarang ini, masih banyak  masyarakat yang percaya pada dukun. Dokter menjadi pilihan kedua untuk masyarakat yang tinggal di pedesaan / di pedalaman. Mengapa masyarakat di daerah terpencil yang percaya akan dukun ? Karena daerah terpencil itu jauh sekali dengan pusat kota. Karena jauh dari pusat kota atau pusat pemerintahan, pada umumnya daerah terpencil jarang mendapatkan perhatian dari pemerintah. Sehingga, di daerah terpencil, fasilitas umum pun menjadi terabaikan.

    Semua alasan ini yang membuat masyarakat di daerah terpencil sulit mendapatkan pelayanan kesehatan. Kalaupun ada bidan desa, mereka jarang memberi penyuluhan. Alasannya karena tidak adanya transportasi, sehingga masyarakat di pedalaman tidak tersentuh dengan imunisasi ibu hamil serta KB.

   Saya mempunyai contoh nyatanya. Saya mempunya 1 keluarga jauh dari Ibu yang tinggal di daerah Yogyakarta yang jauh sekali dari pusat kota. Bila keluarga paman saya ada yang sakit, maka pilihan pertama mereka yaitu ke dukun, misalnya melahirkan dengan bantuan dukun beranak bukan dengan bidan/pun dokter. Alhasil, penyakit bukan kunjung sembuh malah bertambah parah. Jika sudah parah, barulah menggunakan jasa Dokter.

    Ada contoh nyata lainnya yaitu adalah Ponari, bocah kelas 3 SD asal Dusun Kedungsari, Jombang, tiba-tiba melesat bak meteor. Dalam waktu hanya beberapa hari, nama bocah itu langsung menyebar ke penjuru Nusantara. Sebab, dia bisa mengobati orang sakit berkat ”batu petir” yang ditemukan di dekat rumahnya saat hujan disertai petir terjadi pada 17 Januari 2009 lalu. Melalui ”batu petir” itulah Ponari bisa melakukan pengobatan. Caranya, ”batu petir” itu dicelupkan Ponari ke dalam air yang dibawa oleh pasien. Air itu kemudian diminum sebagai obat. Berkat kuasa Tuhan, banyak pasien yang sakitnya sembuh. Berita ini akhirnya menyebar luas. Terlebih lagi setelah diberitakan oleh media massa. Banyak warga berdatangan mencari Ponari.




    Bocah lugu itu kian terkenal jadi ”dukun cilik” yang cukup mujarab. Yang datang untuk mencari kesembuhan tidak hanya dari masyarakat sekitar, tapi juga dari luar provinsi hingga luar pulau. Jumlahnya bisa mencapai puluhan ribu orang. Untuk bisa mengikuti pengobatan ala Ponari, mereka harus antri dengan cara beli kupon yang telah disediakan oleh panitia setempat.


    Karena begitu banyaknya orang yang datang ke rumah Ponari, akhirnya beberapa pengunjung ada yang pingsan, bahkan meninggal dunia. Selama Ponari buka praktik pengobatan, sudah empat orang yang mati sia-sia. Untuk mengantisipasi hal-hal yang lebih fatal, akhirnya praktik ”dukun cilik” ini ditutup oleh aparat berwenang sampai batas waktu yang belum ditentukan. Inilah potret menyedihkan bangsa kita, bukti dari kebodohan dan kemiskinan sekaligus krisis iman yang melanda negeri ini.


Kepercayaan di atas segalanya, itulah yang berlaku bagi masyarakat di beberapa daerah di Indonesia. Mereka memiliki pandangan hidup, prinsip dan budaya yang mendarah daging sejak dahulu dan bahkan masih sampai sekarang.

     Solusi untuk masalah ini yaitu seharusnya pemerintah dapat mengatasi masalah ini dengan melakukan penyuluhan ke setiap desa. Bisa juga dilakukan door to door agar himbauan yang diberikan oleh bidan desa lebih menyentuh/menyadarkan masyarakat. Apa bila ini sukses dilaksanakan,  kemungkinan besar akan teralisasi dengan baik dan kedepan tingkat kesadaran masyarakat akan bertambah. 

     Dunia pendidikan mengajarkan bagaimana mengajari murid-murid agar berpikiran ilmiah. Contoh nyatanya yaitu menjadi seorang Dokter yang harus belajar bertahun-tahun untuk mampu mendeteksi penyakit. Segala hal yang diinginkan mesti diusahakan dengan cara-cara menurut cara kerja otak yang logis. Jika dunia pendidikan tidak menghasilkan manusia-manusia logis, maka fenomena Ponari akan terus terulang dan kita menjadi masyarakat yang jauh tertinggal dari negara lain. Akibatnya, kita menjadi masyarakat yang dijajah secara ekonomi, politik, kultural.



A MEDICAL DOCTOR MAKES ONE HEALTHY, THE NATURE CREATES THE HEALTH.
(Aristoteles)



Referensi :

http://aanmusic.wordpress.com/kisah-ponari-si-dukun-cilik/ 
http://www.forumnusantara.net/berita-308-masyarakat-manding-masih-lebih-percaya-pada-dukun.html
http://lifestyle.kompasiana.com/catatan/2011/11/30/ketika-masyarakat-lebih-percaya-dukun-daripada-dokter/









 



Sabtu, 05 Mei 2012

Database MYSQL

TUGAS

   DATABASE - QUERY SQL




1. Membuat database dengan nama perpus


2. Database perpus berhasil dibuat.


3. Membuat 5 buah field.



4. Lima buah field berhasil dibuat.

5. Membuat 5 buah record.


6. Lima buah record berhasil dibuat.




7. Menampilkan record dari tabel "anggota" dimana "id_anggota"=001.



8. id_anggota=001 berhasil ditampilkan.




9. Merubah "id_anggota"=001 menjadi "A001".


10. Perubahan berhasil dilakukan.



                                                         Nama : Intan Lestari
                                                         Kelas : 1KA08
                                                         NPM : 13111643 
                                                         Tugas : KSI B 
                                                         Dosen : Reza Chandra