Jumat, 17 Oktober 2014

Tugas 1

Nama              :   Intan Lestari
Kelas              :   4KA10
NPM              :   13111643
Mata Kuliah    :   Pengantar Telematika


Pengertian Telematika

                Kata Telematika berasal dari bahasa Perancis “TELEMATIQUE” yang berarti bertemunya sistem jaringan komunikasi dengan teknologi informasi. Istilah telematika merujuk pada cyberspace sebagai suatu sistem elektronik yang lahir dari perkembangan dan konvergensi telekomunikasi, media dan informatika. Istilah Teknologi Informasi itu sendiri merujuk pada perkembangan teknologi perangkat-perangkat pengolah informasi. Para praktisi menyatakan bahwa TELEMATICS adalah singkatan dari TELECOMMUNICATION and INFORMATICS sebagai wujud dari perpaduan konsep Computing and Communication. Istilah Telematics juga dikenal sebagai (the new hybrid technology) yang lahir karena perkembangan teknologi digital. Perkembangan ini memicu perkembangan teknologi telekomunikasi dan informatika menjadi semakin terpadu atau populer dengan istilah konvergensi.

1.      Faktor-faktor yang Mempengaruhi Layanan Telematika dapat dengan Mudah Diakses
Menurut saya, ada beberapa faktor yang mempengaruhi layanan telematika dapat mudah diakses. Pertama yaitu tersedianya WIFI di spot spot tempat tertentu. Misalnya di kampus, perpustakaan, tempat makan (restauran / food court), mall, supermarket, dan lain-lain. Hal itu akan sangat memudahkan pengguna untuk menggunakan layanan telamatika.
Faktor kedua yaitu Jaringan Internet yang cepat dan murah. Hal ini dapat membuat user merasa puas dan praktis jika ingin menggunakan layanan telematika dibanding jika harus mencari / datang langsung ke tempat yang diinginkan / diminta. Zaman sekarang ini, provider-provider menyediakan banyak paket murah untuk koneksi internet sehingga membuat pelanggan tertarik ingin membeli dan menggunakan.
Faktor ketiga yaitu tersedianya smartphone / handphone / komputer / laptop canggih dengan harga murah. Hal itu akan memberi kemudahan user dalam mengakses layanan telematika tanpa harus merogoh uang yang dalam. Hal inipun membuat user tertarik dan ingin menggunakan internet untuk mengakses layanan telematika dengan mudah.
Faktor keempat yaitu tersedianya fasilitas gratis untuk layanan telematika. Misalnya electronic mail (email), perpustakaan online, dan lain-lain. Hal ini akan memudahkan user untuk menggunakan layanan telematika tanpa harus membayar.


2.    Peranan Telematika dalam Kehidupan Sehari – hari

          Penggunaan istilah telematika sendiri mungkin lebih akrab di telinga masyarakat umum dalam ranah hukum. Istilah ini, sering digunakan karena dianggap dapat membantu untuk mengungkap kebenaran dari suatu barang bukti, khususnya barang bukti yang berkaitan dengan media teknologi informasi, seperti video dan foto. Sehingga sangat membantu proses penyidikkan yang dilakukan oleh penegak hukum. Sebagai contoh, beberapa waktu yang lalu sempat muncul beberapa video asusila yang cukup menarik perhatian masyarakat. Apakah benar video tersebut dapat diterima kebenarannya? Disinilah salah satu kegunaan telematika. Melalui analisa-analisa dari sisi telematika maka dapat diketahui kebenaran dari video asusila tersebut.

A. Bidang Pendidikan

Dalam dunia pendidikan ini peranan telematika dapat membuat kemajuan dunia pendidikan dan mempermudah dalam dunia pendidikan untuk proses pembelajaran. E-learning merupakan contoh dari berkembangnya dunia pendidikan dari cara konvensional (tatap muka di kelas) ke cara yang lebih terbuka melalui internet.

Menurut Miarso (2004) terdapat sejumlah pilihan alternatif pemanfaatan di bidang pendidikan (contoh layanan pendidikan di bidang pendidikan) yaitu :
1.        Perpustakaan Elektronik
Perpustakaan yang biasanya arsip-arsip buku dengan di Bantu dengan teknologi informasi dan internet dapat dengan mudah mengubah konsep perpustakaan yang pasif menjadi agresif dalam berinteraksi dengan penggunanya. Homepage dari The Library of Congress merupakan salah satu perpustakaan yang terbesar di dunia. Saat ini sebagian informasi yang ada di perpustakaan itu dapat di akses melalui internet.
2.        Surat Elektronik (email)
Dengan aplikasi sederhana seperti email maka seorang dosen, pengelola, orang tua dan mahasiswa dapat dengan mudah berhubungan. Dalam kegiatan di luar kampus mahasiswa yang menghadapi kesulitan dapat bertanya lewat email.
3.        Ensiklopedia
Sebagian perusahan yang menjajakan ensiklopedia saat ini telah mulai bereksperimen menggunakan CD ROM untuk menampung ensiklopedia sehingga diharapkan ensiklopedia di masa mendatang tidak hanya berisi tulisan dan gambar saja, tapi juga video, audio, tulisan dan gambar, dan bahkan gerakan. Dan data informasi yang terkandung dalam ensklopedia juga telah mulai tersedia di internet. Sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan maka data dan informasi yang terkandung dalam ensiklopedi elektronik dapat diperbaharui.
4.        Sistem Distribusi Bahan Secara Elektronis (Digital)
Dengan adanya sistem ini maka keterlambatan serta kekurangan bahan belajar bagi warga belajar yang tinggal di daerah terpencil dapat teratasi. Bagi para guru SD yang mengikuti penyetaraan D2, sarana untuk mengakses program ini tdk menjadi masalah karena mereka dapat menggunakan fasilitas yang dimiliki kantor pos yang menyediakan jasa internet.
5.        Tele-edukasi dan Latihan Jarak Jauh dalam Cyber System
Pendidikan dan pelatihan jarak jauh diperlukan untuk memudahkan akses serta pertukaran data, pengalaman dan sumber daya dalam rangka peningkatan mutu dan keterampilan professional dari SDM di Indonesia. Pada gilirannya jaringan ini diharapkan dapat menjangkau serta dapat memobilisasikan potensi masyarakat yang lain, termasuk dalam usaha, dalam rangka pembangunan serta kelangsungan kehidupan ekonomi di Indonesia, baik yang bersifat pendidikan formal maupun nonformal dalam suatu “cyber system”.
6.        Pengelolaan Sistem Informasi
Ilmu pengetahuan tersimpan dalam berbagai bentuk dokumen yang sebagian besar tercetak dalam bentuk buku, makalah atau laporan informasi semacam ini kecuali sukar untuk diakses, juga memerlukan tempat penyimpanan yang luas. Beberapa informasi telah disimpan dalam bentuk disket atau CD ROM, namun perlu dikembangkan lebih lanjut sistem agar informasi itu mudah dikomunikasikan. Mirip halnya dengan perpustakaan elektronik, informasi ini sifatnya lebih dinamik (karena memuat hal-hal yang mutakhir) dapat dikelola dalam suatu sistem.
7.        Video Teleconference
Keberadaan teknologi ini memungkinkan siswa atau mahasiswa dari seluruh dunia untuk dapat berkenalan, saling mengenal bangsa di dunia. Teknologi ini dapat digunakan sebagai sarana diskusi, simulasi dan dapat digunakan untuk bermain peran pada kegiatan pembelajaran yang berfungsi menumbuhkan kepercayaan diri dan kerjasama yang bersifat sosial.


B. Bidang Ekonomi

Salah satu bidang yang di cakup dalam penerapan ilmu telematika dalam bidang ekonomi adalah E-commerce. E-commerce ( transaksi jual beli secara elektronik ) merupakan suatu proses pembelian, penjualan, mentransfer, atau pertukaran produk, jasa, atau informasi melalui jaringan komputer termasuk internet. Manfaat internet dalam e-Business secara nyata dapat menekan biaya transaksi daam berbisnis dan memberikan kemudahan dalam diversifikasi kebutuhan.

C. Bidang Pemerintahan

E-Government ( admnistrasi pemerintahan secara elektronik ) adalah penggunaan teknologi informasi yang dapat meningkatkan hubungan antara Pemerintah dan pihak-pihak lain. Contoh nyata dari program e-government ini adalah adanya badan khusus yang mengurus hal – hal berkaitan dengan telematika yaitu Tim Koordinasi Telematika Indonesi (TKTI). Tim ini bertugas untuk mengkoordinasikan perencanaan dan mempelopori kegiatan dalam rangka meningkatkan perkembangan dan pendayagunaan telematika di Indonesia.

Bentuk-bentuk tersebut adalah sebagai berikut :
§  E-Goverment
§  E-Commerce
§  E-Learning
§  Ensiklopedia

D. Bidang Kesehatan
Salah satu penerapan telematika dalam bidang kesehatan ini adalah Telematika dalam Penelitian Kesehatan, disamping Tele-Education, Telemedicine, serta Telematika untuk Manajemen Pelayanan Kesehatan dan kelompok kami akan menjelaskan mengenai Telemedicine.
Definisi Telemedicine
Telemedicine merupakan suatu layanan kesehatan antara dokter atau praktisi kesehatan dengan pasien jarak jauh guna mengirimkan data medik pasien menggunakan komunikasi audio visual mengunakan infrastruktur telekomunikasi yang sudah ada misalnya menggunakan internet, satelit dan lain sebagainya.

Mafaat telemedicine adalah sebagai berikut:
·           Mempercepat akses pasien ke pusat-pusat rujukan.
·           Mudah mendapatkan pertolongan sambil menunggu pertolongan langsung dari dokter-dokter pribadi.
·           Pasien merasakan tetap dekat dengan rumah dimana keluarga dan sahabat dapat memberikan dukungan langsung.
·           Menurunkan stres mental atau ketegangan yang dirasakan di tempat kerja.
·           Menseleksi antara pasien-pasien yang perlu dibawa ke rumah sakit dan pasien yang tidak perlu perawatan di rumah sakit akan tetap tinggal di rumah.

3. Hal-hal yang perlu diperhatikan untuk mengurangi dampak negative dari telematika
Banyaknya dampak negatif dari penggunaan telematika membuat kita harus lebih berhati-hati dalam penggunaan teknologi informasi dan komunikasi, adapun cara mengatasi dampak negatif dari perkembangan telematika itu sendiri adalah :
·           Menggunakan teknologi informasi sesuai kebutuhan. Jangan lakukan hal-hal yang tidak penting, seperti bermain game. Karena hal tersebut dapat menyebabkan kecanduan.
·           Memblokir situs-situs dan halaman web yang tidah edukatif serta menimbulkan dampak buruk bagi diri sendiri.
·           Mengatur waktu dan jadwal kegiatan menggunakan teknologi informasi agar tidak berlebihan dalam penggunaanya.
·           Lebih waspada dan teliti dalam menggunakan setiap produk teknologi informasi.
·            Tidak menggunakan teknologi informasi untuk melakukan kejahatan.
·           Tidak hanya sibuk dengan produk teknologi informasi, lakukan kegiatan lain yang lebih berguna dan bermanfaat.
·           Lebih bijak dalam menghadapi perkembangan teknologi informasi



4.        Fungsi dari Telematika
Seiring dengan pengertian telematika sebagai sarana komunikasi jarak jauh, maka fungsi telematika antara lain adalah :
1.    Penyampai informasi.
Telematika digunakan sebagai penyampai informasi agar orang yang melakukan Komunikasi menjadi lebih berpengetahuan dari sebelumnya. Bertambahnya pengetahuan manusia akan meningkatan keterampilan hidup, menambah kecerdasan, meningkatkan kesadaran dan wawasan.
2.    Sarana Kontak sosial hidup bermasyarakat.
Interaksi sosial menimbulkan kebersamaan; keakraban, dan kesatuan yang akan melahirkan kerjasama. Telematika menjadi penghubung diantara peserta kerjasama tersebut, walaupun mereka tersebar dimana-mana. Telematika menjembatani proses interaksi sosial dan kerjasama sehingga menghasilkan jasa yang memiliki nilai tambah dibanding hasil perseorangan.




Referensi











Senin, 09 Juni 2014

Daftar Pustaka




Nama        :   Intan Lestari
NPM         :   13111643
Kelas         :   3KA10



DAFTAR PUSTAKA

PENGERTIAN DAFTAR PUSTAKA
Daftar pustaka atau bibliografi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah daftar yang mencantumkan judul buku, nama pengarang, penerbit dan sebagainya yang ditempatkan pada bagian akhir suatu karangan atau buku dan disusun berdasarkan abjad.

MANFAAT DAFTAR PUSTAKA
1.         Untuk memberikan informasi bahwa pernyataan dalam karangan itu bukan hasil pemikiran penulis sendiri, tapi hasil pemikiran orang lain yang penulis.
2.         Untuk memberikan arah bagi para pembaca buku atau karya tulis yang ingin meneruskan kajian atau untuk melakukan pengecekan ulang terhadap sumber aslinya.
3.         Untuk memberikan apresiasi atau penghargaan terhadap penulis buku atau karya tulis yang dirujuk terhadap hasil karyanya yang turut menyumbang peraran dalam penulisan karya tulis yang kita tulis.
4.         Menjaga profesionalitas kita (jika kita sebagai seorang penulis karya tulis) terhadap tulisan yang kita buat.
5.         Untuk melihat kebenaran bahan yang dikutip. Tentu saja penyusunan sebuah daftar pustaka harus mengedepankan asas kemudahan. Oleh karena itu, diterbitkanlah sebuah format atau cara penulisan daftar pustaka.


ATURAN PENULISAN DAFTAR PUSTAKA
a.      Ditulis berdasarkan urutan penunjukan referensi pada bagian pokok tulisan ilmiah.
b.      Ditulis menurut kutipan-kutipan
c.       Menggunakan nomor urut, jika tidak dituliskan secara alfabetik
d.      Nama pengarang asing ditulis dengan format : nama keluarga, nama depan. Nama pengarang Indonesia ditulis normal, yaitu : nama depan + nama keluarga
e.      Gelar tidak perlu disebutkan.
f.        Setiap pustaka diketik dengan jarak satu spasi (rata kiri), tapi antara satu pustaka dengan pustaka lainnya diberi jarak dua spasi.
g.      Bila terdapat lebih dari tiga pengarang, cukup ditulis pengarang pertama saja dengan tambahan ‘et al’.
h.      Penulisan daftar pustaka tergantung jenis informasinya yang secara umum memiliki urutan sebagai berikut :
Nama Pengarang, Judul karangan (digarisbawah / tebal / miring), Edisi, Nama Penerbit, Kota Penerbit, Tahun Penerbitan.

UNSUR-UNSUR DAFTAR PUSTAKA
1. Nama penulis diawali dengan penulisan nama keluarga,
2. Tahun terbitan karya ilmiah yang bersangkutan,
3. Judul karya ilmiah dengan menggunakan huruf kapital  untuk huruf pertama tiap kata, kecuali untuk kata sambung dan kata depan, dan
4. Data publikasi berisi nama tempat (kota) dan nama penerbit karya yang dikutip.
CARA MENGURUTKAN DAFTAR PUSTAKA
Adapun cara penulisan untuk mengurutkan suatu daftar pustaka, yaitu :
a. Baris pertama dimulai pada margin sebelah kiri, baris kedua dan selanjutnya dimulai dengan 3 ketukan ke dalam
b. Jarak antarbaris adalah 1,5 spasi
c. Daftar pustaka diurut berdasarkan abjad huruf pertama nama keluarga penulis (akan tetapi, cara mengurut     daftar pustaka amat bergantung pada bidang imu) setiap bidang ulmu memiliki gaya selingkung
d. Jika penulis yang sama menulis beberapa karya ilmiah yang dikutip, nama penulis itu harus dicantumkan ulang.

   
PENULISAN DAFTAR PUSTAKA

1. Buku :
[1].  Date, C.J., An Introduction To Database Systems, 6th ed., Addison Willey   Publishing Wesley Company, Inc., Reading Massachusetts, 2000.
2. Anonim :
[1].  Anonim, Sistem Pemerintahan di Indonesia, cetakan pertama, PT. Gunung Agung, Jakarta 1983.

3. Majalah / Jurnal :
[1].  Cattell R.G.G. and Skeen.J. “Object Operation Benchmark”. ACM Trans. Database Systems, 17, 1992, pp. 1 - 31.
(Jika ada, nama dan kota penerbit dapat dicantumkan di antara volume dan halaman, nama jurnal digarisbawah / tebal / miring).

4. Lebih dari tiga penulis :
[1]   Stoica, I, et all., “A Proportional Share Resource Allocation Algorithm for Real-Time, Time-Shared Systems”, In Proceedings Real-Time Systems Symposium, IEEE Comp. Press, Desember, 1996, hlm. 288 - 299.

5. Artikel :
[1]   N.L. Owsley, “Sonar array processing”, in Array Signal Processing, S. Haykin, Ed., Englewood Cliffs, NJ:Prentice_Hall, 1985, ch. 3,pp.115-193.

6. Internet :
          [1]   Galagher, P.R.Jr., “A guide to understanding audit in trusted system”, http://www.radium.nesc.mil/library/rainbow/NCSC-TG-001-2.html,1 Juni 1988.
                       Atau




REFERENSI
edi_mp.staff.gunadarma.ac.id/










Catatan Kaki



Nama        :   Intan Lestari
NPM         :   13111643
Kelas         :   3KA10



CATATAN KAKI


PENGERTIAN CATATAN KAKI
Catatan kaki adalah adalah daftar keterangan khusus yang ditulis di bagian bawah setiap lembaran atau akhir bab karangan ilmiah. Catatan kaki biasa digunakan untuk memberikan keterangan dan komentar, menjelaskan sumber kutipan atau sebagai pedoman penyusunan daftar bacaan/bibliografi.

GUNA  CATATAN KAKI
-          Pembuktian : menunjukkan tempat atau sumber bahwa yang disebutkan pada tulisan telah dibktkan orang lain.
-          Member apresiasi : penghargaan, rasa terima kasih pada orang yang telah dikutipnya.
-          Menyampaikan keterangan tambahan : memperkuat uraian diluar persoalan dalam teks, biasanya berupa : inti cerita, informasi tambahan, pandangan lain, komentar, penjelasan tidak penting dan sebagainya.
-          Merujuk bagian lain dalam tulisan : referensi melihat bagian lain dalam tulisannya, biasanya dengan singkatan-singkatan tertentu.

UNSUR-UNSUR CATATAN KAKI
Berikut ini merupakan unsur-unsur dalam catatan kaki sumber referensi :
-          Nama pengarang (editor, penterjemah) ditulis dalam urutan baisa, diikuti koma (,).
-          Judul buku, ditulis dengan huruf capital (kecuali kata-kata tugas), digaris bawahi
-          Data publikasi : a. jumlah jilid, jika ada
                        b. kota penerbitan, diikuti titik dua ditulis
                        c. nama penerbit, diikuti koma di antara
-          Nomor halaman diikuti titik (.)
-          Nama atau nomor seri jika ada
-          Nomor jilid jika perlu
Contoh :
¹Lightstone Caroll, Configuration on the Art, New York: Harper Lid., 2000, Jilid I, hlm 32.

PRINSIP CATATAN KAKI
1.      Penggunaan nomor urut penujukkan yang sama, baik dalam teks maupun dalam catatan kaki, dituliskan  ½  spasi ke atas.
2.      Nomor urut penunjukkan berlaku untuk seluruh tulisan, tidak per halaman.
3.      Ikuti aturan teknis pembuatan catatan kaki yang berlaku.

TEKNIK PEMBUATAN CATATAN KAKI
-          Harus disediakan ruang secukupnya dibagian bawah halaman tulisan.
-          Beri garis dibagian bawah baris terakhir dari teks di tiap halaman.
-          Beri nomor penunjukkan dibawah garis dengan jarak cukup dan menjorok ke dalam 5-7 ketukan.
-          Catatan kaki baris pertama dituliskan setelah nomor penunjukkan.
-          Jika lebih dar satu baris, dituliskan dari tepi margin, tanpa ikuti penjorokkan baris pertama.
-          Jarak spasi dalam catatan kaki 1 spasi, antarcatatan kaki 2 spasi, jika ada dalam halaman yang sama.

CARA PENULISAN CATATAN KAKI
1.      Referensi dari buku dengan seorang pengarang
Susunan :
a.      Nama pengarang ditulis dengan lengkap dan tidak dibalik
b.      Antara nama pengarang dan judul buku diberi tanda koma (pada daftar pustaka dipergunakan tanda titik). Antara judul dan buku dan data publikasi tidak ada titik atau koma
c.       Tempat dan tahun terbit, ditempatkan dalam kurung. Penerbit tidak perlu diikutsertakan
d.      Jika pengarang terdiri dari 2-3 orang, maka semua nama pengarang ditulis, tapi jika lebih dari 3 orang maka hanya pengarang pertama yg disebut dan diikuti dengan dkk
e.      Pada buku terjemahan nama pengarang asli ditempatkan lebih dahulu, diberi keterangan tentang penerjemah (terjemahan). Sesudah judul buku, dipisahkan oleh tanda koma.

2.      Referensi dari artikel
Susunan :
a.      Nama pengarang ditulis lengkap dan tidak dibalik
b.      Antara nama pengarang dan judul bku diberi tnda koma (pada daftar pustaka dipergunakan tanda titik). Antara judul buku dan data publikasi tidak ada titik atau koma
c.       Tempat dan tahun penerbit ditempatkan dalam tanda kurung. Penerbit tidak perlu diikutsertakan
d.      Jika pengarang terdiri dari 2-3 orang, maka semua nama pengarang ditulis, tapi jika lebih dari 3 orang maka hanya pengarang pertama yg disebut dan diikuti dengan dkk

3.      Referensi dari artikel majalah
Susunan :
a.      Nama penulis
b.      Judul artikel
c.       Nama majalah
d.      Nomor edisi : nomor halaman
e.      Bulan
f.        tahun
4.      Referensi dari artikel harian
Susunan :
a.      Jika nama pengarang jelas, maka catatan kaki harus dimulai dengan nama pengarang
b.      Jika bersumber dari rubric, maka ditulis jenis rubric


SINGKATAN DALAM CATATAN KAKI
1.      Ibid
-          Berasal dari kata latin ibidem yang berarti tempat yang sama
-          Dipergunakan jka catatan kaki berikutnya merujuk pada karya atau artikel yang telah disebut dalam catatan nomor sebelumnya
-          Jika halamannya sama dipergunakan singkatan ibid
-          Jika halamannya beda maka setelah singkatan ibid, dicantumkan pula nomor halamannya
-          Singkatan ibid selalu dicetak miring

2.      Op. cit
-          Berasal dari kata latin opera citatoyang berarti pada karya yang telah dikutip
-          Dipergunakan jika catatan itu menujuk kembali pada sumber yang telah disebut lebih dahulu, tapi diselingi oleh sumber lain
-          Setelah nama pengarang, dicantumkan op.cit
-          Apabila ada penunjukkan pada halaman atau jilid halaman, nomor dan jilid serta halaman ditempatkan setelah op.cit

3.      Loc. Cit
-          Berasal dari kata latin loco citato yang berarti pada tempat yang telah dikutip
-          Biasanya digunakan untuk menyebut atau menunjuk pada sebuah artikel majalah, harian atau ensiklopedia yang telah disebut sebelumnya, tapi diselingi oleh sumber lainnya
-          Karena artikel itu merupakan sebagian dari buku, majalah atau ensiklopedia maka ia tidak merupakan sebuah karya atau opus
-          Oleh Karen itu hanya boleh dipergunakan kata locus yang berarti tempat




REFERENSI :