Jumat, 19 Juli 2013


 
Arti    Barang    Dalam     Ekonomi 
 

Arti barang dalam ekonomi adalah benda-benda yang berwujud, yang digunakan masyarakat untuk memenuhi kebutuhannya atau untuk menghasilkan benda lain yang akan memenuhi kebutuhan masyarakat. Barang atau komoditas dalam pengertianekonomi dari wikipedia adalah suatu objek atau jasa yang memiliki nilai. Nilai suatu barang akan ditentukan karena barang itu mempunyai kemampuan untuk dapat memenuhi kebutuhan.

Ciri-ciri Barang :
Barang yang sering kita gunakan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan kita diantaranya memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
·     Berwujud
·     Memiliki nilai dan manfaat yang dapat dirasakan saat digunakan
·     Bila digunakan, nilai, manfaat dan bendanya sendiri dapat berkurang atau bahkan habis

Barang dapat dikelompokkan berdasarkan :
1.                  Cara memperolehnya
2.                  Kegunaannya dengan barang lain
3.                  Proses produksinya


Berdasarkan Cara Memperolehnya
Berdasarkan cara memperolehnya, barang pemuas kebutuhan dibedakan sebagai berikut:
1.      Barang Ekonomi (Economic Goods)
Arti barang ekonomi adalah barang pemuas kebutuhan yang untuk memperolehnya di perlukan pengorbanan sumber daya ekonomi, contonya, baju, minuman, dan pakaian.
2.      Barang Bebas (Free Goods)
Arti barang bebas adalah barang pemuas kebutuhan yang untuk memperolehnya tidak diperlukan pengorbanan sumber daya ekonomi. Oleh karena itu barang bebas tidak memiliki “harga”. Contohnya, udara, sinar matahari, air di daerah pedesaan, dan air laut di daerah pantai.




Berdasarkan kegunaan dalam hubungannya dengan barang lain
1.    Barang Substitusi
Arti barang substitusi adalah barang yang memiliki kegunaan untuk menggantikan barang lain. Misalnya, kopi dapat digantikan teh untuk minum dan Pena dapat digantikan pensil untuk menulis.
2.    Barang Komplementer
Arti barang komplementer adalah barang yang memiliki kegunaan untuk melengkapi barang lain. Barang tersebut makin bermanfaat dalam memenuhi kebutuhan manusia, jika digunakan secara bersama-sama. Contohnya teh dengan gula, CPU komputer dengan monitor, dan sepatu dengan kaos kaki.

Berdasarkan proses produksinya
1.    Barang Mentah
Barang mentah adalah barang yang belum mengalami proses produksi (pengolahan). Contohnya rotan, kayu, padi, dan tembakau.
2.    Barang Setengah Jadi
Arti barang setengah jadi adalah barang yang sudah mengalami proses produksi, tapi belum dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia secara sempurna. Contohnya, benang, semen, dan kulit.
3.    Barang Jadi
Arti barang jadi adalah barang pemuas kebutuhan manusia yang sudah mengalami proses produksi secara tuntas atau sempurna dan dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan. Contohnya, pakaian, sepatu, kursi, dan lemari.


Kesimpulannya yaitu barang dalam ekonomi terbagi menjadi 3 kelompok yaitu barang berdasarkan cara memperolehnya yaitu terdiri dari Barang Ekonomi(Economic Goods) dan Barang Bebas(Free Goods).
Yang kedua barang berdasarkan kegunaannya dengan barang lain yaitu terdiri dari Barang Subtitusi dan Barang Komplementer. Dan yang terakhir berdasarkan proses produksinya yaitu terdiri dari Barang Mentah, Barang Setengah Jadi dan Barang Jadi.


REFERENSI :



Minggu, 14 Juli 2013







              Harga Bumbu Dapur Ikut-ikutan Naik

            Menjelang Ramadhan




Dua hari menjelang puasa hingga kini, harga sembilan bahan pokok (sembako) dan bumbu dapur di pasar tradisional terus meroket. Kenaikan harga bumbu dapur ini disebabkan oleh permintaan dan juga ada keterlambatan pasokan dari daerah pemasok. Selain itu, faktor cuaca yang menyebabkan petani gagal panen telah membuat pasokan di pasar berkurang.
       
    Kenaikan harga ini menurut informasinya juga karena beban biaya pengiriman yang meningkat akibat penaikan harga BBM subsidi. Ternyata, kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) berimbas kemana-mana, bahkan cenderung membuat perekonomian tidak stabil.
       
   Menurut saya faktor lainnya yaitu, bumbu-bumbuan ini direbutkan pembeli, apalagi banyak sekali masyarakat yang  mengadakan acara selamatan menyambut bulan suci Ramadhan dan tentunya saat bulan Ramadhan juga. Sehingga, para penjual kewalahan melayani permintaan pasar yang meroket.




       
     Kenaikan sembako ini membuat masyarakat khususnya warga miskin makin kelimpungan karena daya beli terus melemah. Menurut saya, seharusnya pemerintah khususnya Menteri Perdagangan Republik Indonesia segera mengatasi ini karna bila didiamkan hingga berlarut-larut akan berimbas kepada masyarakat yang kurang mampu.




Referensi :







Minggu, 16 Juni 2013


KOPERASI


Koperasi adalah organisasi bisnis yang dimiliki dan dioperasikan oleh orang-seorang demi kepentingan bersama. Koperasi melandaskan kegiatan berdasarkan prinsip gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan asas kekeluargaan.

Prinsip Koperasi
Prinsip koperasi adalah suatu sistem ide-ide abstrak yang merupakan petunjuk untuk membangun koperasi yang efektif dan tahan lama. Prinsip koperasi terbaru yang dikembangkan International Cooperative Alliance (Federasi koperasi non-pemerintah internasional) adalah
Keanggotaan yang bersifat terbuka dan sukarela
 Pengelolaan yang demokratis,
 Partisipasi anggota dalam ekonomi,
 Kebebasan dan otonomi,
 Pengembangan pendidikan, pelatihan, dan informasi.

Di Indonesia sendiri telah dibuat UU no. 25 tahun 1992 tentang Perkoperasian. Prinsip koperasi menurut UU no. 25 tahun 1992 adalah 
 Keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka
 Pengelolaan dilakukan secara demokrasi
 Pembagian SHU dilakukan secara adil 
 Pemberian balas jasa yang terbatas terhadap modal
 Kemandirian
 Pendidikan perkoperasian
 Kerjasama antar koperasi

  

Jenis Koperasi menurut fungsinya

·           Koperasi pembelian/pengadaan/konsumsi
·           Koperasi penjualan/pemasaran
·           Koperasi produksi
·           Koperasi jasa

Keunggulan Operasi
Kemungkinan koperasi untuk memperoleh keunggulan komparatif dari perusahaan lain cukup besar mengingat koperasi mempunyai potensi kelebihan antara lain pada skala ekonomi, aktivitas yang nyata, faktor-faktor precuniary, dan lain-lain.

Koperasi di Indonesia
Koperasi di Indonesia, menurut UU tahun 1992, didefinisikan sebagai badan usaha yang beranggotakan orang-seorang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip-prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas kekeluargaan. Di Indonesia, prinsip koperasi telah dicantumkan dalam UU No. 12 Tahun 1967 dan UU No. 25 Tahun 1992.
Prinsip koperasi di Indonesia kurang lebih sama dengan prinsip yang diakui dunia internasional dengan adanya sedikit perbedaan, yaitu adanya penjelasan mengenai SHU (Sisa Hasil Usaha).





                                 REFERENSI :
                                  http://id.wikipedia.org/wiki/Koperasi


Sabtu, 15 Juni 2013





Ilmu Ekonomi Mikro dan Makro


>> Ekonomi Mikro 
Ilmu ekonomi mikro (sering juga ditulis mikroekonomi) adalah cabang dari ilmu ekonomi yang mempelajari perilaku konsumen dan perusahaan serta penentuan harga-harga pasar dan kuantitas faktor input, barang, dan jasa yang diperjualbelikan. Ekonomi mikro meneliti bagaimana berbagai keputusan dan perilaku tersebut memengaruhi penawaran dan permintaan atas barang dan jasa, yang akan menentukan harga; dan bagaimana harga, pada gilirannya, menentukan penawaran dan permintaan barang dan jasa selanjutnya. 

  
Terdapat 3 teori dalam ekonomi mikro antara lain:
1.       Teori harga, yaitu melihat interaksi antara penawaran dan permintaan barang jasa didalam suatu pasar, factor-faktor yang mempengaruhinya: struktur pasar, elastisitas penawaran, serta permintaan dan sebagainya.
2.       Teori produksi, yaitu menganalisa biaya produksi serta tingkat produksi optimal bagi produsen sehingga mencapai tingkat laba maksimum.
3.       Teori distribusi, yaitu membahas tingkat upah tenaga kerja, tingkat bunga yang harus dibayarkan kepada pemilik modal, serta tingkat keuntungan dari pengusaha.



Penerapan Ekonomi Mikro
Ekonomi mikro yang diterapkan termasuk area besar belajar, banyak di antaranya menggambarkan metode dari yang lainnya :
1.       Regulasi dan organisasi industri mempelajari topik seperti masuk dan keluar dari firma, inovasi, aturan merek dagang. 
2.      Hukum dan Ekonomi menerapkan prinsip ekonomi mikro ke pemilihan dan penguatan dari berkompetisi dengan rezim legal dan efisiensi relatifnya. 
3.      Ekonomi Perburuhan mempelajari upah, kepegawaian, dan dinamika pasar buruh.
4.      Finansial publik (juga dikenal dengan ekonomi publik) mempelajari rancangan dari pajak pemerintah dan kebijakan pengeluaran dan efek ekonomi dari kebijakan-kebijakan tersebut (contohnya, program asuransi sosial). 
5.      Ekonomi kesehatan mempelajari organisasi dari sistem kesehatan, termasuk peran dari pegawai kesehatan dan program asuransi kesehatan.
6.       Politik ekonomi mempelajari peran dari institusi politik dalam menentukan keluarnya sebuah kebijakan.
7.      Ekonomi kependudukan, yang mempelajari tantangan yang dihadapi oleh kota-kota, seperti gepeng, polusi air dan udara, kemacetan lalu-lintas, dan kemiskinan, digambarkan dalam geografi kependudukan dan sosiologi.
8.      Finansial Ekonomi mempelajari topik seperti struktur dari portofolio yang optimal, rasio dari pengembalian ke modal, analisis ekonometri dari keamanan pengembalian, dan kebiasaan finansial korporat.
9.       Bidang Sejarah ekonomi mempelajari evolusi dari ekonomi dan institusi ekonomi, menggunakan metode dan teknik dari bidang ekonomi, sejarah, geografi, sosiologi, psikologi dan ilmu politik.
  

>> Ekonomi Makro
Ekonomi makro atau makro-ekonomi adalah studi tentang ekonomi secara keseluruhan. Makro-ekonomi menjelaskan perubahan ekonomi yang mempengaruhi banyak masyakarakat, perusahaan, dan pasar. Ekonomi makro dapat digunakan untuk menganalisis cara terbaik untuk memengaruhi target-target kebijaksanaan seperti pertumbuhan ekonomi, stabilitas harga, tenaga kerja dan pencapaian keseimbangan neraca yang berkesinambungan.

Hal-hal yang dianalisis dalam ekonomi makro :
1.        Factor-faktor yang menentukan kegiatan ekonomi suatu Negara.
2.        Masalah-masalah yang dihadapi setiap perekonomian suatu Negara.
3.        Peranan pemerintah dalam mengatasi masalah-masalah ekonomi.

  
Perbedaan ekonomi mikro dan makro





REFERENSI
                                http://id.wikipedia.org/wiki/Ekonomi_mikro
                                http://id.wikipedia.org/wiki/Ekonomi_makro
                                http://www.artikelekonomi.net/page/4
                                http://student.uniku.ac.id/d1cyber/2013/01/22/pengertian-ekonomi-mikro-dan-  
                                makro/